Postingan

Pengamat Politik: Partai Koalisi Saat Ini Mengambil Jalan Masing-masing, Sudah Tak Akur Lagi

Jakarta - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengkritik keras pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya terkait penanganan Covid-19 dan program vaksinasi. Pengamat politik Ujang Komarudin melihat partai koalisi pendukung pemerintah sudah tidak kompak. Partai koalisi mulai mengambil jalan masing-masing untuk kepentingan suara di pemilu selanjutnya. "Ya tak akur. Koalisi saat ini major masing-masing. Karena untuk kepentingan elektoral,"ujar Ujang kepada wartawan, Selasa (24/8). Ujang melihat, partai koalisi berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Melihat keadaan hari ini, jika partai tidak berbicara maka elektabilitasnya terancam tergerus. "Karena partai-partai koalisi pemerintahan jika diam saja, maka elektabilitasnya akan turun,"ujarnya. Direktur Eksekutif Indonesia Political Evaluation ini menjelaskan, kepercayaan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo sedang turun. Sejumlah survei mencatat penurunan k...

Wow, Anggaran Baju Dinas Anggota DPRD Sulsel Hampir 1 Milliar

Jakarta - DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) belum lama ini menganggarkan Rp 1 miliar untuk 3 collection baju dinas. Ini menjadi heboh di media sosial (medsos) lantaran dianggap bukan bagian dari refocusing anggaran di tengah pandemi COVID-19. Disebutkan, sebanyak 85 anggota DPRD Sulsel bakal mendapatkan 3 set pakaian, yakni pakaian sipil harian, pakaian sipil resmi dan pakaian dinas harian. Overall anggaran yang disiapkan ialah senilai Rp 935 juta atau nyaris Rp 1 miliar. "Baru dianggarkan tahun ini," ujar Sekretaris DPRD Sulsel Muhammad Jabir saat dimintai konfirmasi, Senin (16/8/2021). Jabir mengatakan, anggaran nyaris senilai Rp 1 miliar untuk pakaian dinas itu sudah sesuai aturan. Dia juga menyebutkan, satu collection pakaian ditaksir hingga Rp 450 ribu dan merupakan nilai yang wajar. Namun dia memaklumi angkanya terlihat besar karena anggota DPRD Sulsel sendiri berjumlah 85 orang. "Kalau itu per pasang 750 ribu dengan ongkos jahitnya dan segala macam ...

Fraksi Demokrat Sindir Presiden Jokowi dan Partai PDIP Karna Tolak Pembelian Pesawat Kepresidenan Era SBY Dulu

Jakarta -  Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengingatkan, Presiden Joko Widodo, Fraksi PDIP, dan tim sukses Jokowi menolak pembelian pesawat kepresidenan saat period Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu menanggapi pernyataan politikus PDIP Arteria Dahlan yang menyindir 'blog post colour disorder' terhadap Demokrat yang mengkritik perubahan warna pesawat kepresidenan. "Publik mesti mengingat, kalau Presiden Joko Widodo, Fraksi PDIP, dan tim sukses Joko Widodo, menolak pembelian pesawat kepresidenan oleh Presiden ke-6 RI, Bapak SBY, pada tahun 2014. Kata Presiden Joko Widodo yang ketika itu masih Gubernur DKI Jakarta, Fraksi PDIP yang diwakili Tjahjo Kumolo, Maruarar Sirait tim sukses Bapak Joko Widodo waktu itu, pesawat kepresidenan belum saatnya dibeli," ujar Herzaky kepada wartawan, dikutip Kamis (5/8). "Menurut mereka, lebih baik buat pendidikan dan kesehatan, atau buat mengelola bencana, bahkan mengusulkan un...

Terjadi Peristiwa Penembakan di Roma, 2 Anak dan Seorang Lansia Tewas

Roma -  Penembakan terjadi di Kota Roma, Italia pada Minggu (13/6). Akibat peristiwa itu, dua anak dan seorang lansia tewas. "Kami sangat sedih atas kematian dua anak dan lelaki tua itu," kata Wali Kota Roma Virginia Raggi dikutip dari Reuters, Senin (14/6). Lansia itu tewas akibat dipukul saat mengendarai sepeda oleh pelaku. Sedangkan dua anak ditembak ketika mereka bermain. Hanya saja, kepolisian tidak mengungkap identitas para korban. Sementara pelaku merupakan seorang pria berusia 30-an. Kepolisan menyebut, ia ditemukan dalam kondisi tewas di dalam sebuah gudang. Pelaku diduga bunuh diri ketika polisi bersiap menyerbu gedung tempat dia bersembunyi. Lebih lanjut, seluruh area di sekitar gedung telah dikunci oleh polisi. Identitas dan motif pelaku melakukan penyerangan dan penembakan itu belum diungkap.

Asal Mula Muculnya Kasus Pasien Pertama Virus Corona di Wuhan, Diduga Wanita 61 Tahun adalah Pasien Pertama COvid-19

Jakarta -  Teka-teki siapa pasien pertama COVID-19 di Wuhan, China, mulai terungkap. Seorang wanita paruh baya berusia 61 diduga merupakan pasien absolutely no COVID-19. Dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/6), wanita itu disebut sebagai pasien su. Ia tinggal dekat dari Institut Virologi Wuhan. Information mengenai pasien su disampaikan Profesor Yu Chuanhua. Yu merupakan profesor biostatistik di Universitas Wuhan yang bertugas menyusun data resmi kasus COVID-19. "Ada data pasien yang jatuh sakit pada 29 September," kata dia. "Data menunjukkan pasien belum menjalani tes nukleat dan medical diagnosis klinisnya adalah kasus suspek (COVID-19). Pasien telah meninggal. Datanya belum dikonfirmasi," tambah dia. Sementara berdasarkan information resmi China di THAT, mereka menyebut kasus awal COVID-19 ditemukan pada 8 Desember 2019. Artinya, jika pasien su benar meninggal akibat COVID-19, maka penularan COVID-19 sudah terjadi sejak jauh hari dari information resmi. Sebelum meni...

TKW Asal Bantu yang Meninggal di Luar Negeri Sulit di Pulangkan Karena Dokumen Dipalsukan Agen Biro Jasa

Bantul -  Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Taiwan meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. TKW yang dikabarkan bernama Sunaryati ini konon berasal dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Do It Yourself). Sunaryati adalah salah satu TKW yang overstay di negeri orang. Kabar meninggalnya Sunaryati, diunggah oleh akun media sosial facebook Faisol Soh, seorang pemerhati TKI bermasalah di Taiwan. Wanita kelahiran 1976 tersebut ini meninggal usai koma berapa hari di rumah sakit setempat. Dalam akun Facebooknya, Faisal Soh menulis: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un Telah berpulang kawan kita PMI overstayed asal Bantul-Jogja, Almarhumah Sunaryati (sesuai Passpor AU080 ***) pukul 15.40 waktu Taiwan karena sakit. Tersenyumlah dalam perjalanan pulangmu ke sisi-Nya, Bu. Semoga Husnul Khotimah. Saya minta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan dalam pengucapan di live saya sebelumnya. Akan kita upayakan pemulangan ragamu dengan cepat, meski prosesnya s...

Pihak Bank Mandiri Menyediakan Uang Tunai Rp.20,8 Triliun Untuk Antisipasi Lebaran

Jakarta -  Financial institution Mandiri menyiapkan kebutuhan uang tunai Rp20,8 triliun atau naik 9,4 persen secara tahunan (yoy) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama 28 hari pada 19 April sampai 16 Mei 2021 saat periode libur Idul Fitri 1442 H. Direktur Operasional Financial Institution Mandiri, Toni EB Subari menyatakan, perkiraan web kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhitungkan proyeksi kenaikan pengisian kas ATM sebesar 11,3 persen menjadi Rp44,5 triliun atau sebesar Rp1,59 triliun per hari pada periode tersebut. "Dengan lebih dari 25 juta nasabah, kami sangat fokus untuk memastikan ketersediaan dana terutama pada mesin ATM agar dapat terus prima selama 24/7 melayani kebutuhan nasabah apalagi saat libur Lebaran pada 12-14 Mei 2021 nanti," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (26/4). Toni memperkirakan, puncak transaksi tunai akan terjadi pada dua pekan terakhir menjelang libur Lebaran yang merupakan periode ...